Working with smartasses

18 03 2014

the main problem with working with smartasses is they think they are the best at they are doing, but the fact show otherwise. Okelah lu jagoan coding di seluruh alam semesta, tapi klo lu gk tau manner, go to hell aja lah..

Tiap kali ada perubahan sistem dari sisi server gue selalu dengan maksud baik nginformasiin pala lu pada yang gk ada isinya, supaya lu tau lebih awal, trus lu dengan seenak jidad ngubah2 akses tanpa pemberitahuan sebelumnya. Mang dipikir lu kerja di tempat nenek moyang lu? KAMPRET TAU GK LUH!

gue bukan minta dihormati atau sok2an, tapi ini tempat kerja bro. Ada istilah sopan santun yg mungkin gak pernah lu dapetin waktu lu sekolah sama temen2 lu yang metal2. 

shid!

Advertisements




Memetwit 5 April 2012

10 04 2012

mau cerita #memetwit tentang kejadian 2003 di gunung gede

1. waktu itu gue sama temen2 kelas gundar mo naek gunung gede. #memetwit

2. selain temen2 kelas gue, gue ngajak juga beberapa temen kosan gue supaya rame #memetwit

3. Sayangnya waktu itu jatah pendakian gede yg cuma 600 org udh penuh, dan terpaksa kita ngecamp di mandala-wangi #memetwit

4. Keesokan paginya, malvin salah satu temen kos gue ngedeketin gue sambil bilang ‘L, temenin gue dong’ #memetwit

5. ‘kemana?’ tanya gue, ‘nanjak’ jawabnya singkat penuh arti #memetwit

6. Gue tau maksud dia, maksudnya naek gunung ilegal. Gk bawa peralatan apapun termasuk tenda atau tas. #Memetwit

7. Karena malvin ini salah satu temen deket gue, akhirnya gue sanggupin permintaannya. Gue pk jaket trus gue isi kantong dgn senter & indomi

8. Pagi itu gue dan dia ninggalin rombongan buat nanjak ilegal, gue gk berani ngajak yg laen karena mo super ngebut. #Memetwit

9. Waktu di pos penjagaan gunung gede kami ijin mau ke air terjun, dengan dalih gak bawa tas. #Memetwit

10. Perjalanan pun dimulai, di jalan malvin ketemu beberapa cewe rombongan pendaki dan nawarin buat bawain tas (sekalian kenalan) #memetwit

11. Di shelter kandang badak, rombongan cw itu ngecamp buat nginep sedangkan kami lanjut ke puncak #memetwit

12. Maghrib kami sampai puncak, indomie di kantong kami udah abis dimakan mentah. Kami pun memutuskan turun. #Memetwit

13. Kami turun dengan setengah berlari mengingat udah gk ada makanan di tangan. Setengah jalan ke kandang badak senter yg gue pake rusak.

14. Dengan berbekal 1 senter kami sampe jg ke shelter kandang badak dengan kondisi sangat lapar #memetwit

15. Ternyata ‘keramahan’ malvin berbuah hasil, di kandang badak kami diberi makanan dan minuman oleh cewe2 yg kami bantu td siang #memetwit

16. Setelah kenyang kami pun turun kembali, nah saat inilah keanehan2 mulai terjadi. #memetwit

17. Aku sudah belasan kali semenjak tahun 1998 mendaki gunung gede, sehingga tracknya sudah hapal mati #memetwit

18. Tapi enah kenapa, setengah jam dari kandang badak. Tiba2 kami keluar jalur pendakian dan tiba2 kami di tengah2 aliran air. #Memetwit

19. Aku berhenti dan menatap mata malvin tajam sambil menggeleng memberi kode bahwa ‘ada sesuatau yg gk beres’ #memetwit

20. Kami mundur perlahan sampe akhirnya kembali menemukan jalur pendakian. #Memetwit

21. Setelah berjalan selama sejam tiba2 malvin teriak ‘WOIII’ sambil menggenggam bajuku dr belakang menyuruhku berhenti #memetwit

22. Kurebut senter drnya sambil ku senter arah ia melihat. Kulihat daun sedang bergoyang ke kanan dan kiri dgn kencang padahal gk ada angin.

23. Sambil menenangkan dia, kami pun kembali berjalan turun. #memetwit

24. Kami sampai pada jalur pendakian yg lebarnya cuma setapak kaki orang dewasa #memetwit

25. Kusenter kira2 20 meter kedepan ada pendaki yg sedang beristirahat #memetwit

26. Sekitar 10 meter kemudian, aku baru sadar bahwa itu bukan pendaki. Melainkan seorang ibu sedang menggendong anak #memetwit

27. Kuarahkan senter ke tanah, sambil kutundukkan muka. Sambil terus berjalan. #Memetwit

28. Kira2 jarak 1 meter dari tempat yg seharusnya ibu td berdiri, ibu tersebut hilang. Tiba2 gak ada #memetwit

29. Gue merinding, gue berharap semoga ibu2 barusan cuma khayalan parno gue. #Memetwit

30. Akhirnya jalur pendakian makin lebar tanda sebentar lagi sampe bawah, di kejauhan udah keliatan shelter #memetwit

31. Eh pas udah deket kok shelter yg disenter dari jauh kok gk ada? Cuma pohon sana sini #memetwit

32. Kejadian ‘shelter’ itu berulang beberapa kali, cukup bikin stress. Karena gue bener2 pengen buru2 sampe bawah. #Memetwit

33. Ditengah emosi yang gk menentu, kami akhirnya duduk istirahat Sambil gue tanya malvin ‘lo liat shelter gk vin?’

34. Dia nengok ke gue sambil mengiyakan, ‘kalo ibu2 lo liat gk?’ gue lanjut nanya lagi. #Memetwit

35. ‘gue gak peduli lagi dah mau liat apa lagi, yang penting cepet sampe.’ jawabnya tegas #memetwit

36. Nah sejak obrolan itu, gak keitung keanehan yang gue temuin sepanjang perjalanan. tiba2 ada anak kecil, ada yg ngikutin tau2 ilang.

37. Ternyata yg diatas masih sayang ama kami, kami pun nyampe di shelter bawah #memetwit

38. Besok paginya kami tukeran cerita, pertama kali dia teriak diatas. Itu ada orang item jongkok di depan jalan kami.

39. Itu pengalaman gue yg susah dilupain, semoga jd #memetwit yg menghibur. Salam Horor.





ATMA

30 11 2011

bulan yang dekat penghujung tahun ini, hujan turun dengan rajin dan telaten. Seakan-akan tiada hari esok, hari demi hari lewat dengan tumpahan air dari angkasa. Bahkan saat ini pun, hujan rintik-rintik sedang mengiringi keberadaan kami, seakan-akan langit sedang bersedih. Kulihat wajah-wajah di sekitarku, semuanya sendu, sesendu awan yang entah kapan mau berhenti menangis.

Ayahku, sungguh pria luar biasa. Di tengah kesedihan, Ia tetap berdiri tegak. Tak dibiarkannya kesedihan menguasai dirinya. Ia menjadi orang yang paling tegar. Ia adalah incaran pelukan ibuku. Ia tau di saat seperti ini Ia tidak boleh memperlihatkan emosi yang berlebihan. Sebagai pemimpin keluarga, sudah tugasnya menjadi orang yang bisa memberikan ketenangan pada anggota keluarga yang lain. Sejak aku kecil, Ayahlah yang menjadi panutan aku dan kakakku. Ia adalah tipikal orang yang tak banyak bicara, tapi ketika berbicara, rumah menjadi hening, menikmati tiap kata yang Ia ucapkan. Wejangan-wejangan yang Ia berikan bukan hanya dengan kata, melainkan juga dengan contoh.

Sosok Ayah sebagai CEO sebuah perusahaan besar di Indonesia termasuk bersahaja. Sampai sekarang tidak mau pakai sopir, berangkat kerja dengan mobil dinas yang menurutku sudah terlalu tua untuk kelas CEO. Pakaian yang Ia pakai pun cuma kemeja batik merek lokal dengan sebuah pulpen pilot biasa di kantongnya. Semua yang Ia pakai di badannya produk lokal, ‘Produk kita gak kalah kok dengan produk luar’ begitu jawabnya kalau ada yang protes dengan gaya berpakaiannya. Kesederhanaan itu yang membuat aku dan kakakku tidak biasa hidup bermewah-mewah. Aku dan kakakku sudah terbiasa naik angkot atau motor bebek, tapi kalau butuh bawa mobil. Tidak aneh makan di warteg atau pecel lele pinggir jalan, walau kadang-kadang makan di resto.

Ibuku adalah wanita serba bisa, dari masak, menjahit, potong rambut. Semuanya bukan sekedar belajar sendiri, tapi ada ijazah kursusnya. Beberapa kali, terutama saat kubutuh dokumen-dokumenku. Tanpa sengaja kulihat juga dokumen ayah dan ibu. Ibu lulusan SMP, tapi dari Ijazah kursus menjahit, Ijazah kursus salon sampai ijazah kursus membuat kue semua ada. Itulah kenapa aku tidak pernah ke salon untuk memotong rambut, atau ke penjahit untuk buat celana. Ibuku yang mengurus semua kebutuhanku itu, ‘daripada gak ada kerjaan’, begitu katanya. Selain keserba-bisaannya itu Ia juga termasuk orang tua yang sabar, apalagi menghadapi kenakalan kedua anaknya. Sejak kami kecil ibu mengajarkan kami tentang kejujuran, yang pada penghujung 2011 ini sudah menjadi sesuatu yang langka.

Kakak, my partner in crime. Dia adalah orang yang paling tau rahasia-rahasiaku, pacar-pacarku, kebandelan-kebandelanku. Ia yang pertama kali mergoki aku merokok, ‘Elu mo ngerokok gak papa, yang penting nilai sekolah harus tetep bagus. Tapi kalo sekali aja gue denger lo pake drugs, gue gantung lo di taman lawang’ ancaman itu setengah bikin takut tapi juga bikin ketawa, kenapa juga harus di taman lawang?

Beberapa kali kakak menyelamatkanku ketika aku terlibat masalah-masalah yang tidak pantas aku ceritakan pada orang tuaku, beberapa kali juga kakak menerima umpatan dari orang gara-gara aku. Tapi itu semua tidak membuat Ia berhenti menyayangiku. Kami berdua sangat suka bola. Aku ingat sekali kami sama-sama nonton piala AFF, sampai pertandingan bola di SEA Games tidak pernah kami lewatkan selain di stadion GBK. Padahal dia baru nikah sebelas november kemarin, bukannya bulan madu di bali, malah bela-belain nonton bola. Untungnya istrinya juga gila bola, jadilah kami berempat termasuk pacarku Novi nonton bola bersama.

Kakak iparku, jujur aku belum terlalu mengenalnya. Tapi dari tatapannya kulihat Ia sangat mencintai kakakku, kurasa tak perlu kuragukan lagi, mereka akan menjadi pasangan yang bahagia. Saat mata mereka bertemu dapat kurasakan kebahagiaan yang ada di keduanya.

Novi, Kalau saja bisa, mungkin akan kunikahi sekarang juga. Tak ada lagi wanita seperti dia, matanya elips sempurna seperti bentuk bulan sebelum purnama. Wajahnya yang jarang bertemu dengan kosmetik justru menampilkan kecantikan yang luar biasa. Dan terlebih lagi sifatnya, yang mampu memberikanku rasa percaya diri saat aku sedang down, mengerti aku, melengkapiku. Rasanya saat melihatnya, aku tak ingin mengubah satupun yang ada pada dirinya.

Seiring meredanya hujan, kulihat wajah-wajah sendu mereka di bawah payung-payung hitam itu. Lalu kulihat nisan yang mereka kelilingi, ada namaku disitu.





Conte Par Tiro

6 11 2011

Setelah Balet, dan #5 gak memenuhi syarat buat masuk projectnya nulisbuku.com, ternyata conte par tiro ku bisa masuk project ke 6nya #11projects11days.. ^_^

B. Lagu Pilihan buku 2

Desain sampul: ‘Lagu Pilihan’ buku 2

  1. Aku Rindu | Aditia Yudis, @adit_adit
  2. Angsa | Immanuel, @imm4n
  3. Obsesi Pandir | Keshia Sawitri, @kesh_chia
  4. Bizzare Love Triangle | Wirda, @weirdaft
  5. Aku Bebas | Indah Arka Arifallah
  6. Jika Aku ‘Jatuh’ | @erdhee
  7. The Hardest Day | Toshiko Potoboda, @toshiko_iko
  8. Bukan Seorang Ibu | Rizky Suryana Siregar, @suryanarizky
  9. Cahaya Abadi | Sylvi Febriana Rachmawati Irnadiastputri, @SylphWolf
  10. Cinta Gila | Yessie Haifa Ghassani, @yeshaifa
  11. Malam Ini |  Zeth Radtra Syam,@zethrasyam
  12. Conte Par Tiro | Eleph, @elephhh
  13. Dia Sudah Terbiasa | Eky Amelia Putri, @ekyamelia
  14. Only You | Rininta Majestica S, @Rin_cloverz
  15. End of Story | Endah Setyorini, @setyoriniiendah
  16. Fly Away, Boomerang! | Erlin Eka Sofyanti, @erlinberlin13
  17. Hidup di Ujung Tanduk | Bona Ventura, @allewunder
  18. I am The Best | Dhiyan Krishna
  19. I Want Be Your Girl | Yessie Haifa Ghassani, @yeshaifa
  20. I Believe My Heart | Sesilia Nuke Ernawati, @nukenuk
  21. I Don’t Wanna Live It Alone | Kharishar Kahfi, @kharisharkahfi
  22. I’m Not Moving |  Hilda Nurina, @hildabika
  23. Penantianku | Nur Annisa Widyayuliana, @icha_widya
  24. Just The Way You Are | Ruri, @RuriOnline
  25. Menua Bersamamu | Wirda, @weirdaft
  26. I Love  The Way You Lie | Fira Krisna, @krisnafir
  27. Melangkah |  Novia Indriati, @noviaindri
  28. Perfect Moment | Tammy Rahmasari, @alizarinnn
  29. Who Says | Francisca Ratna, @FrRatnaW
  30. Second Summer with You | Idzni Mardhiyah, @iniidzni




Sweet Talker masuk ‘Salah’ #2

3 11 2011

B. ‘SALAH’ buku 2:

 

Desain sampul buku ‘SALAH’ buku 2

 

  1. Salahku Tidak Lagi Abstrak – Ananda Ladeva Gumanti, @ladevagumanti
  2. Aku Mencintaimu atau Apalah ? – Titi Esti,  @titiesti
  3. Di Satu Jingga Sore Itu – Mohamad Irfan, @irfanbatagor
  4. Aku, Kamu dan Mereka – Farisa Mia P
  5. Bukan Kamu, Sayang.. – Herliana Septiarini Wulandari, @Call_Me_Wulan
  6. Diantara Dua Pria – Tri Ikawati,  @3_ika
  7. Aku, Kamu, Dia – Biondy Afian, @bionyalfian
  8. Berbagi Cinta – Tria Minartha, @triaminartha
  9. Dua Sisi – Alexander Arie Sanata, @ariesadhar
  10. Sebongkah Cinta Baru – Lady Charinda, @ladycharindaa
  11. Tidak Hanya Kamu –  Ratu  Irma, @rqueenzy
  12. Rasanya – Agie Vadhillah Putri, @agiegi
  13. Ada Cinta, Ada Dusta – Bona Ventura, @allewunder
  14. Keliru – Melisa Iknawati,  @melisamelisaa
  15. Love Is a Game? – Zahrani Ariyani, @zahranoii
  16. My Little Secret – @zahidahzahra
  17. Reuni – Intan Darmawan, @intansusan
  18. (W)anita – Sari Afriza, @saharantxa
  19. Adit Selingkuhanku – Endah Setyorini, @setyoriniiendah
  20. Salah – Penjelajah Kata
  21. Boys Don’t Cry – Nastiti Denny
  22. Yang Terlewatkan – A Prasetyo, @optimuspras
  23. Salahmu, Salahku, Salah Kita Berdua – Rohani Syawaliah, @honeylizious
  24. Senja di Sore itu – Tammy Rahmasari, @alizarinnn
  25. Kopi Macchiato – Vero,  @veronicarkana
  26. Lelah Menanti – Nenny Makmun,  @ichanfay
  27. Mau Coba-Coba Bermain Denganku? – Rama Fitri, @sirafiya
  28. Sweet Talker – Eleph, @elephhh
  29. One Surprising Day – Anggi Leansari, @gielean
  30. Mendayung Sendiri – Loraetta Brety, @loraetta
  31. Seleweng Maya – Anom Farid, @anomfarid
  32. Satu Lipat Dua – Lulu Puruhita Resindra, @pururures
  33. Salah Sangka – Vyna Arthalia
  34. Menduakan – Maretta Thia Hana
  35. We are Bad for Each Other – Safira Dwi Hapsari, @safiradh
  36. Ponselmu – G. Rahadi, @gynrahadi
  37. Sayang?  –  Fairuz Nadya, @dylunaly
  38. Simple Lie – Tia Gutira Rahman, @tya139




#1 Love masuk Terpana #1

3 11 2011

A. ‘TERPANA’ buku 1:

Sampul depan buku ‘Terpana’ buku 1:

  1. Terpana – Aditia Yudis, @adit_adit
  2. Cinderella – Firah Aziz, @firah_39
  3. Belum Waktunya – Riezky Oktorawaty, @riezkylibra80
  4. Kasmaran – Zahrani Ariyani, @zahranoii
  5. Langit Biru – Hilda Nurina Sabikah,@hildabika
  6. Hujan, Pria Harmonika dan Aku – Candella Sardjito, @heykandela
  7. Inikah Jatuh Cinta – Indah Rochana, @indahchana
  8. Untitled II – Harninda Syahfitri, @nindasyahfi
  9. Kamu – Uthia Estiane, @MissPetito
  10. Ungkapan Cinta – Titi Esti, @titiestiti
  11. Terpana[H] Cinta – G. Rahadi, @gynrahadi
  12. Falling Leaves – Yuska Vonita, @yuska77
  13. Perjalanan Cinta – Beni Hermawan, @masben1
  14. Berjodoh – Petronela Putri, @PPutriNL
  15. Insane About You – Riesty Aqmarina, @riersy
  16. Fantasi – Septantya Chandra, @septantya
  17. Penari Pasar – Beauty, @psstBee
  18. Pukul Sepuluh Pagi – Hafiz Rahman, @hfz
  19. First Impression – Vero, @veronicarkana
  20. Sepotong Episode-Kursi Besi – Khairina Al-Khansaa, @Al_khansaa Sebatas
  21. Bibir Keinginan – Okti Li, @okti_li
  22. Kau, Tersenyum Padaku – Talita Zahrah Fauziyyah, @talitazahrah
  23. Biola Tersenyum – Anom Farid, @anomfarid
  24. Celemek Merah Muda – Indah Arka Arifallah, @IndahArifallah
  25. vBidadari di Kereta – Novia Indriati, @noviaindri
  26. Sunset di Patong – Maya Melivyanti, @dreamofmay
  27. Malam Kedelapan – Pradiptia Wulan Utami, @tami_imat
  28. Memendam Rasa – Momo DM,@momo_DM
  29. Don’t Worry, Everything is Alright – FDV Wulansari, @fwulansari
  30. #1 Love – Eleph, @elephhh
  31. Inikah Cinta Pandangan Pertama? Noviyanti, @Novi_griz
  32. 11 Days -Leony Angelina, @leangelina
  33. Diam dalam Tatap – Hafizhah Fitriyah, @pijooh
  34. Hati Terpana – Bona Ventura, @allewunder
  35. Like the First Time – Nadya Pratiwi, @nadyyapratiwi
  36. Cinta Gila – Yulia Purnama Sari, @lia3x
  37. Antara Terpana dan Cinta Pada Pandangan Pertama – Yayan Firmansyah, @yansyah_
  38. Cinta pada Pandangan Pertama – Tommy, @tomspice
  39. Di Hadapanmu – Margaretha Lenny, @margarethlenn
  40. IThinkI’minLove – Ruri, @RuriOnline
  41. Mahluk Manis Di Dalam Lift – Intan Darmawan, @intansusan
  42. Inilah Cintaku – Nyi Penengah Dewanti, @ungnyi
  43. Terpana Pesonamu 1 – Rohani Syawaliah, @honeylizious






Finding My Inspiration

29 10 2011

suka mentok! Itu yang kurasakan saat ini, pengembangan karakter yang cukup kompleks malah bikin aku mentok mau lihat dari sisi yang mana.

Ada beberapa hal yang bisa bikin ke’pentok’an itu hilang

Read the rest of this entry »