Conte Par Tiro

24 10 2011

Saat ini aku sudah bekerja di salah satu perusahaan IT di BEJ yang sekarang berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia, Di Tower 2 tepatnya. Posisiku sudah termasuk lumayan di perusahaan tersebut, dengan salary yang tidak bisa dikatakan kecil Aku dapat membeli mobil sendiri, walaupun bukan mobil sport gaya Eropa tapi setidaknya dapat menggantikan Great Corolla tahun 95 warisan ayahku yang sudah mulai rewel.

Saat ini aku nge-kost di daerah Karbela (singkatan untuk Karet Belakang). Walaupun sedikit mahal, tapi aku dapat tinggal di tempat yang nyaman.

Sebenarnya hidupku sudah hampir sempurna, walaupun belum ada seorang wanita yang mendampingiku di usiaku yang pertengahan 20 ini. Semenjak kejadian dengan Griska di saat aku kuliah dulu, aku masih trauma. Aku masih belum bisa melupakannya, tapi sudahlah.. kurasa ia sudah jadi istri orang.

*****

“TET TET TET TET TET” suara alarm tak hentinya keluar dari smartphoneku. Ingin rasanya kubanting gadget ini, tapi mengingat dia sudah menemaniku saat susah dan senang, menjadi catatan elektronikku disetiap meeting-meeting penting. Kuurungkan niatku, kutaruh ia di meja, dan ku seret badanku menuju kamar mandi.

“Brrrrr” Mulutku tanpa dikomando mengeluarkan suara menggigil, segar rasanya..

Ku keluar kamar dengan memastikan semuanya siap, Dompet di kantong celana belakang, HP di kantong kiri depan, id card di kantong kemeja, kunci mobil yang kupegang dan tas laptopku yang kuselempang di pundak kiriku. OK, I thing I got it all.

Kukunci pintu kamar kostku, lalu ku melirik mobilku di samping pos satpam dibawah melalui jendela depan kamarku. Aku melihat seorang wanita cantik sedang berdiri di pos satpam sambil memegang BBnya. Tak berapa lama ia melihat kearahku. Aku buru-buru turun ke bawah berharap Ia tidak tahu aku sudah memperhatikannya.

Setelah turun melalui tangga yang agak jauh dari kamarku, tak kulihat lagi wanita itu.

“Sudah pergi tampaknya” Batinku

Aku pun memanaskan mobilku, dan segera berangkat menuju kantorku.

*****

Sesampainya di kantor, seperti biasa kubeli kopi di kedai kopi lantai dasar. Dan bergegas menuju lift. Untungnya belum ramai, sehingga aku tidak berdesak-desakan di lift yang tidak bisa dikatakan besar ini.

“tunggu” sekilas ada teriakan seorang wanita yang tangannya menyetop pintu lift yang sedang menutup.

Wah, ternyata wanita yang tadi dikostku. Aku pun langsung jaim, dan pura-pura tidak melihat ke arahnya, aku nggak tau apa dia mengenaliku atau enggak.

Lift pun berhenti di lantai 12, tidak disangka wanita itu keluar di lantai yang sama denganku. Dia menuju resepsionis, kulewati dia tanpa bicara apa-apa dan dengan sedikit melirik ke arahnya.

*****

Kubuka Laptopku dan mulai bekerja.

“Hallo…” tiba-tiba dibelakangku ada yang menyapaku

Kutengokkan badanku, ternyata dia, yang dari pagi menampakkan wajahnya dihadapanku

“Ya, bisa saya bantu?” Jawabku

“Kamu yang tadi pagi di kostan ya? Di lift juga”

“hmmm” jawabku dengan ragu

“namaku Elisa” potongnya sambil menyodorkan tangannya

“aku Elmo” jawabku

“wah kok hampir sama ya? Elmo.. Elisa..”

Aku hanya membalas dengan senyuman salah tingkah.

“Aku sudah melihat kamu dari pagi, aku baru di perusahaan ini. Kuharap kita bisa jadi teman.” Katanya sambil tersenyum dengan cutenya.

*****

Setahun Berlalu setelah aku bertemu Elisa, tahun ini tanpa disangka aku mendapat beasiswa dari DAAD, sejenis beasiswa kerjasama pemerintah Indonesia dan jerman.

Kuputuskan untuk menerima beasiswa itu dan meninggalkan semua yang aku punya di Jakarta.

“Good luck ya mo..” begitulah kira-kira ucapan teman-temanku saat pesta perpisahanku yang aku rayakan di sebuah restoran sunda mal depan kantorku.

*****

Offenburg, kota yang dipenuhi jenius-jenius dunia, tak terasa setahun sudah kutinggali kota ini. Yang menghubungkanku dengan Jakarta hanyalah akun Facebook ku yang selain mengabarkan tentang situasi tanah air, juga dipenuhi tag-tagan promo handphone yang entah benar atau penipuan.

Aku rindu Jakarta, Dan kalau mau jujur entah kenapa aku juga merindukan Elisa. Walau dia bukan siapa-siapaku, bukan gebetan apalagi pacarku. Tapi aku merindukan saat2 mengobrol dengannya, apalagi dia sering nebeng mobilku ke kantor, baik berangkat maupun pulang. Pernah malah aku lembur sampe jam 1 malem, dia rela nungguin aku lembur demi nebeng mobilku.

“Aku lagi bête di kostan, mending nemenin kamu lagian internet disini kenceng banget” katanya

“Ting tong” tiba-tiba suara bel kostan ku berbunyi mengganggu lamunanku.

Kubuka pintu, dan aku hampir tidak percaya siapa yang kulihat dibalik pintu.

Elisa dengan jaket tebalnya di musim dingin ini di Offenburg.

“Elisa??? Kamu ngapain disini?”

“Aku udah berfikir panjang el, aku gak sanggup lagi hidup sedetik pun tanpa kamu. I Love You El..”

“Take Me To Whereever You Go” Lanjutnya


Actions

Information

One response

6 11 2011
eLephhh

[...] Conte Par Tiro | Eleph, @elephhh [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.